Sebutan
Pondok Pesantren Sumber Taman Pancor di kawasan desa Grujugan sudah
ada sejak tahun 1940. meskipun pada waktu itu belum memiliki nama yang
baku, namun pondok pesantren sumber taman pancor yang didirikan oleh
KH. Sirajuddin ini berandil besar dalam membentuk sistem dan tata nilai
masyarakat yang agamis, berilmu danberamal. Pada fase berikutnya, Perjalanan pondok pesantren ini kurang nampak seiring dengan meninggalnya sang pendiri yang tidak memiliki keturunan. Baru 20 tahun kemudian,
tepatnya pada tahun 1960, cucu menantu dari KH. Siradjuddin yaitu K.
Hasbullah Marzuqi merintis berdirinya lembaga pendidikan formal yaitu
MI. Tarbiyatun Nasyiin Grujugan. Ponpes An-Nasyiin
Selamat Datang Di Pondok Pesantren An-Nasyiin Grujugan Larangan Pamekasan
Pengasuh PP An-Nasyiin
KH. Ach. Fauzi Hasbullah Saat Memberikan Cendra Mata Kepada Relawan Pendidikan Mr. Scootlee
MAFIDA
Peserta Program Komputer MAFIDA (Ramadlan Fi Ma'had An-Nasyiin Sedang Konsentrasi Di Ruang Lap. Komputer)
1 Muharram
Terlihat Ceria Semua siswa/i Meramaikan Tahun Baru Islam 1 Muharram Dengan Melukis Di Sepanjang Jalan Menuju PP. An-Nasyiin
Pemberian Hadiah
Ketum Yayasan An-Nasyiin Memberikan Piagam Penghargaan Untuk Pemenang Lomba Dalam Acara Peringatan Maulid Nabi Mohammad SAW
Study Tour
Sebagian Para Santriwati dan Pengurus Saat Berpose Dalam Kegiatan Study Tour PP. An-Nasyiin Putri
Unjuk Kebolehan
Salah Satu Santri Saat Beraksi dengan Menggunakan Api di Halaman MI Tarb. Nasyiin
Closing Mafida
Penghargaan Kepada Semua Instruktur Programa Ramadlan Fi Ma'had An-Nasyiin
Friday, 18 April 2014
Kilas Historis PP. An-Nasyiin
Sebutan
Pondok Pesantren Sumber Taman Pancor di kawasan desa Grujugan sudah
ada sejak tahun 1940. meskipun pada waktu itu belum memiliki nama yang
baku, namun pondok pesantren sumber taman pancor yang didirikan oleh
KH. Sirajuddin ini berandil besar dalam membentuk sistem dan tata nilai
masyarakat yang agamis, berilmu danberamal. Pada fase berikutnya, Perjalanan pondok pesantren ini kurang nampak seiring dengan meninggalnya sang pendiri yang tidak memiliki keturunan. Baru 20 tahun kemudian,
tepatnya pada tahun 1960, cucu menantu dari KH. Siradjuddin yaitu K.
Hasbullah Marzuqi merintis berdirinya lembaga pendidikan formal yaitu
MI. Tarbiyatun Nasyiin Grujugan. 






